Saat jadi pengisi kuliah di FISIP, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, saya mendapatkan pertanyaan unik dari seorang mahasiswi “Backpacking boleh bawa pacar nggak?”
Bagi saya, pertanyaan ini bukan pertanyaan sepele dan tidak penting. Justru ini adalah pertanyaan bagus yang banyak dialami orang. Backpacking di sini sebelumnya saya bedakan dengan traveling biasa, piknik, tamasya. Backpacking di sini tentu membutuhkan waktu lebih lama, dengan banyak aspek yang akan menuju ke hasil apakah backpacking itu akan menyenangkan atau tidak. Aspek-aspek itu bisa berupa bagaimana tetap survive, bagaimana menghadapi critical situation di mana akan memunculkan pertengkaran, dan lain sebagainya yang akan berpengaruh terhadap hubungan itu sendiri.
Saya akan coba berbagi beberapa kemungkinan yang akan hadapi, untuk kemudian bisa Anda simpulkan sendiri apakah Anda perlu backpacking bersama pacar atau tidak. Karena hasil akhir nanti akan sangat-sangat subyektif. Hal-hal yang akan saya bagi adalah pengalaman saya backpacking berdua dengan cewek di luar negeri.
Hal utama yang kemungkinan akan dihadapi dalam backpacking, baik bagi cowok atau cewek adalah ini:
1. Lapar
2. Capek
3. Tersesat
4. Sakit
5. Uang menipis
Kelima hal itu bisa saja terjadi satu persatu, atau bahkan terjadi berbarengan, yang pada akhirnya menuju ke arah yang sama “Amarah” dan “Stress”. Sampai di sini masih berpikir akan mengajak pacar backpacking dan optimistis hubungan kalian akan baik-baik saja?
Baca selengkapnya di Majalah Backpackidea |Unduh Sekarang





Comments are closed.